Ketika AI Hadir untuk Masyarakat: Inovasi Teknologi dalam Pelayanan Sosial SLEMAN — Perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) saat ini semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bidang pelayanan sosial. Jika sebelumnya layanan sosial identik dengan proses manual yang memakan waktu, kini AI hadir untuk membantu mempercepat pelayanan, meningkatkan ketepatan sasaran, serta mendukung kerja petugas di lapangan. Pemanfaatan AI dalam pelayanan sosial bukan bertujuan menggantikan peran manusia, melainkan membantu proses pengambilan keputusan berbasis data. Dengan teknologi ini, pemerintah dan institusi sosial dapat lebih cepat mengenali kebutuhan masyarakat, mulai dari balita hingga lansia, sehingga layanan yang diberikan menjadi lebih tepat dan responsif. AI dalam Pendampingan Lansia Di beberapa negara, AI telah digunakan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup lansia. Salah satu contoh penerapan teknologi ini dapat ditemukan di Tiongkok , ...
SLEMAN – Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) bukan lagi sekadar teori di atas kertas. Saat ini, berbagai negara termasuk Indonesia telah menggunakan alat-alat canggih berbasis AI untuk membantu warga mendapatkan layanan sosial dengan lebih responsif, tepat sasaran, dan berkelanjutan . AI kini hadir sebagai "tangan kanan" petugas sosial untuk memastikan bantuan tidak salah sasaran dan lansia tidak kesepian. Berikut adalah beberapa contoh nyata penerapan AI yang sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat: 1. Robot Pendamping Lansia: "Peipei" (Tiongkok) Di Kota Chongqing, Tiongkok, terdapat robot pintar bernama Peipei . Alat ini bukan sekadar pajangan, tapi asisten nyata bagi warga lansia yang tinggal sendirian. Peipei mampu mengenali emosi penggunanya, mengajak mengobrol dalam dialek lokal, hingga memantau detak jantung secara otomatis. Jika seorang lansia terjatuh atau membutuhkan bantuan medis mendadak, robot ini akan langsung mengirimkan sinyal darurat ke p...