Langsung ke konten utama

Sinergi Digital: Membedah Peran AI sebagai Pilar Baru Layanan Masyarakat

SLEMAN – Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) bukan lagi sekadar teori di atas kertas. Saat ini, berbagai negara termasuk Indonesia telah menggunakan alat-alat canggih berbasis AI untuk membantu warga mendapatkan layanan sosial dengan lebih responsif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. AI kini hadir sebagai "tangan kanan" petugas sosial untuk memastikan bantuan tidak salah sasaran dan lansia tidak kesepian.

Berikut adalah beberapa contoh nyata penerapan AI yang sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat:

1. Robot Pendamping Lansia: "Peipei" (Tiongkok) Di Kota Chongqing, Tiongkok, terdapat robot pintar bernama Peipei. Alat ini bukan sekadar pajangan, tapi asisten nyata bagi warga lansia yang tinggal sendirian. Peipei mampu mengenali emosi penggunanya, mengajak mengobrol dalam dialek lokal, hingga memantau detak jantung secara otomatis. Jika seorang lansia terjatuh atau membutuhkan bantuan medis mendadak, robot ini akan langsung mengirimkan sinyal darurat ke petugas sosial atau keluarga terdekat.

2. Deteksi Dini Stunting: Aplikasi "i-Posyandu" (Indonesia) Di dalam negeri, AI digunakan untuk menangani masalah sosial-kesehatan seperti stunting. Melalui alat atau aplikasi seperti i-Posyandu, data pertumbuhan anak (berat badan, tinggi, dan usia) dianalisis secara instan oleh algoritma AI. Jika seorang balita di wilayah seperti Sleman terdeteksi mengalami perlambatan pertumbuhan, sistem akan otomatis memberi peringatan kepada petugas kesehatan desa untuk segera memberikan bantuan nutrisi tambahan sebelum kondisinya memburuk.

3. Pembersihan Data Bantuan Sosial (Bansos) AI juga bekerja di balik layar dalam sistem database kependudukan. Dahulu, banyak kasus bantuan sosial "salah sasaran" karena data yang tumpang tindih. Kini, sistem pemadanan data berbasis AI secara otomatis mencocokkan NIK warga dengan aset yang dimiliki (seperti kepemilikan kendaraan atau tagihan listrik). Jika ditemukan ketidaksesuaian, AI akan memberikan tanda agar petugas melakukan verifikasi lapangan, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan di Sleman.

Kesimpulan 

Hadirnya alat-alat berbasis AI seperti robot pendamping atau sistem deteksi dini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi sangat peduli pada urusan sosial. Di Sleman, semangat ini terus berkembang untuk memastikan setiap warga, dari balita hingga lansia, mendapatkan pelayanan publik yang lebih responsif dan tepat guna.


Sumber Referensi

  1. Kementerian Urusan Sipil Tiongkok. (2025). Percepatan Transformasi Digital dalam Layanan Lansia dan Bantuan Sosialhttps://rri.co.id/internasional/1383319/pemerintah-tiongkok-percepat-transformasi-digital-dalam-layanan-publik

  2. I-Chongqing Info. (2025). National White Paper for Smart Elderly Care Powered by Emotional AI: The Case of Peipei Robothttps://www.ichongqing.info/2025/07/15/china-unveils-first-national-white-paper-for-smart-elderly-care-powered-by-emotional-ai/

  3. Pemerintah Kabupaten Sleman. (2025). Sosialisasi Pelayanan Publik Berbasis Teknologi Informasi di Kalurahan Sumberrahayuhttps://sumberrahayusid.slemankab.go.id/home/2025/11/29/sosialisasi-pelayanan-publik-berbasis-teknologi-informasi-di-kalurahan-sumberrahayu/

  4. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. (2023). Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pelayanan Publik Nasionalhttps://jdih.komdigi.go.id/produk_hukum/view/id/857/t/peraturan+menteri+komunikasi+dan+informatika+nomor+1+tahun+2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

reg api & login api

 Assalamu'alaikum wr. wb pak, izin mengumpulkan tugas terkait reg api dan login api pak, Nama: Hanifah NIM: 2301092019 Kelas: MI 2B demo Terimakasih pak.

project flutter_1

Assalamu'alaikum wr, wb,. pak Sebelumnya izin perkenalkan nama saya Hanifah dengan Nim 2301092019, kelas Mi2b. Berikut tugas flutter 1 saya pak, link github https://github.com/hanifahhj/flutter1.git screenshoot tampilan,